Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts
 Cara Menanam Sayuran Secara Organik di pot atau polybag agar subur dan menghasilkan

Cara Menanam Sayuran Secara Organik di pot atau polybag agar subur dan menghasilkan


Cara Menanam Sayuran Secara Organik di pot atau polybag agar subur dan menghasilkan
Cara Menanam Sayuran Secara Organik di pot atau polybag agar subur dan menghasilkan

Sayuran organik selain ditanam dilahan (kebun), dapat juga ditanam di dalam pot, polybag, atau wadah bekas lainnya. Karena tempatnya kecil dan lebih peraktis serta dapat diletakkan di lahan sempit, sayuran ini dapat dikomsumsi sendiri atau dijual. Menjual sayuran organik seperti ini dapat hanya sayuran saja atau tanaman beserta pot atau polybag.

Menanam sayuran organik dalam pot atau polybag seperti tanaman cabe mempunyai beberapa keuntungan antara lain


  • Dapat diusahakan dalam skala kecil atau rumah tangga
  • Mudah dalam pemeliharaan karena setiap tanaman ditanam dalam wadah tersendiri
  • Kemungkinan penularan penyakit lewat akar kecil sekali, tanaman yang sakit mudah ditanami
  • Menghemat pemakaian pupuk karena tidak terbuang percuma
  • lebih mudah bila menanam beberapa jenis tanaman
  • lahan yang digunakan lebih sempit karena pot atau polybag dapat diletakkan dalam rak yang bersusun


Walaupun banyak keuntungan yang diperoleh dengan penanaman dalam pot dan poybag, cara lain pun mempinyai beberapa kekurangan dengan ini antara lain :

1. memerlukan biaya untuk penyediaan polybag dan pot
2. pengangkutan lebih lanjut
3. memerlukan tempat penjualan yangluas bila akan menjual sayuran beserta wadahnya

A. Persiapan Tempat dan Media

1. Penanam dapat digunakan polybag, pot, ember plastik, kaleng bekas biskuit diameter 20 -30 em dan tinggi sekitar 30 cm
2. Media tanam untuk sayurab pada umumnya berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos
3. Perbandingan dapat 1 : 1 , 1 : 2 , 1 : 3

B. Persemaian

1. Ukuran biji berukuran kecil, seperti selda, sawi, cabai, dan tomat
2. Tempat persemaian berupa kotak kayu, polybag, pot, daun pisang atau wadah lainnya yang berdiameter 10 cm dan wadah persemaian yang belum berlubang.
3. persemaian dapat digunakan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 3
4. Biji atau benih ditanam pada wadah persemaian yang telah didisi media tanam yang dengan jarak 1 -3 cm
5. lamanya persemaianya tergantung dari jenis tanaman misalnya 2 -3 minggu untuk sawi

C. Penanaman


  • Untuk tanaman disemai dahulu
  • untuk tanaman yang tidak disemai di pot atau poly bag diisi oleh media tanam


D. Perawatan


  • Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut
  • setiap hari tanaman diperiksa jangan sampai ada hama atau penyakit
  • bila masih kelihatan kurang subur, tanaman dapat dipupuk dengan pupuk kadang atau kompos yang telah matang
  • Bila tanah terlihat kering, tanaman dapat disiram
  • Untuk tanaman tomat, cabai, terung, dan tanaman lain yang menghasilan buah
Pola ini bisa juga digunkan untuk seperti menanam buah, sepeti menanam semangka 
Read More
Alat Pertanian Tradisional Yang Masih Digunakan di Indonesia

Alat Pertanian Tradisional Yang Masih Digunakan di Indonesia

Alat Pertanian Tradisional adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang pertanian yang sifatnya masih tradisional. Salah satu ciri alat tradisional yakni alat yang penggunaannya secara manual. Sampai saat ini peralatan pertanian tradisional masih aktif digunakan oleh para petani guna mempermudah dalam mengolah tanah, menghilangkan rumput, memetik hasil panen, dan lain sebagainya. Jadi dengan menggunakan alat pertanian, para petani dapat menghemat waktu dan biaya produksi pertanian sehingga keuntungan yang didapatkan oleh mereka dapat maksimal.





10 Contoh Alat Pertanian Tradisional dan Fungsinya 

Seperti yang sudah maklum bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin maju dan berkembang. Dulu manusia hanya menggunakan bahan batu dan kayu sebagai alat pertanian. Selanjutnya seiring dengan perkembangan cara berpikir manusia, terciptalah alat-alat pertanian dengan bahan dari logam seperti besi. Di bawah ini 10 contoh alat pertanian tradisional baik alat yang dibuat dari batu, kayu, dan logam, serta perpaduan antara berbagai bahan pembuat alat pertanian:

1. Cangkul ( bahasa Jawa : pacul ) dan fungsinya

Cangkul digunakan atau berfungsi untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak. Cangkul biasanya terbuat dari kayu dan besi. 

Dalam hubungannya dengan persiapan tanam benih padi, cangkul digunakan untuk menggali bagian tepi/pinggir sawah atau dalam istilah bahasa Jawa disebut pekerjaan minggiri sawah. Fungsi sawah dipinggiri sebelum dibajak menggunakan garu dan atau traktor adalah agar bagian tepi sawah juga ikut gembur, dikarenakan alat garu maupun traktor tidak bisa maksimal untuk menjangkau tepian sawah.

2. Parang
Parang adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau alat tebas (terutama selak belukar) kala penggunanya keluar masuk hutan. Parang juga digunakan untuk pertanian. ( Sumber :Wikipedia )

Dalam pertanian sawah, parang digunakan untuk membabat rumput yang berada di pematang sawah. Kegiatan ini oleh orang Jawa disebut dengan istilah "nampingi" 

3. Garu dan fungsinya serta cara kerjanya/penggunaannya


a. Pengertian Garu 
Garu adalah alat pembajak sawah atau ladang yang terbuat dari bahan kayu. Kayu yang digunakan sebagai bahan pembuat garu yaitu kayu yang sifanya keras dan awet seperti kayu jati, sono keling/angsana, kayu laban, dan jenis kayu keras lainnya.

Garu terdiri atas dua bagian yakni bagian pembajak dan penarik. Bagian pembajak berukuran panjang sekitar 40 cm dan lebar 30 cm. Bentuk garu dibuat lengkung. Ketebalan garu dibuat lebih lebal bagian pangkal, sedangkan bagian ujungnya lebih tipis/pipih dari pangkalnya. Bagian penarik terbuat dari balok kayu yang panjangnya antara 150 - 200 cm. 

Garu seringnya digunakan untuk membajak sawah berlumpur, walaupun ada sebagian petani yang menggunakan untuk membajak ladang tanah berpasir.

b. Fungsi garu
Garu berfungsi untuk membajak sawah berlumpur dan ladang berpasir. Pengerjaan lahan dengan garu sebagai tahap atau proses awal pengolahan tanah sawah berlumpur setelah sawah mulai digenangi air. Jika garu difungsikan untuk membajak ladang pasir maka baik tanah kering maupu mengandung air tetap dapat dibajak dengan garu. Tanah sawah yang sudah digaru masih berupa gumpalan tanah yang bentuknya mirip garu, jadi garu baru berfungsi untuk membalikkan posisi permukaan tanah sawah.


c. Cara kerja garu

Garu tidak dapat berfungsi tanpa adanya tenaga yang menarik dan menekannya. Untuk membajak sawah/ladang dengan alat garu bisa memanfaatkan murni tenaga manusia dan dapat juga dilakukan perpaduan/kerja sama anatara tenaga manusia dengan bantuan hewan seperti kerbau, sapi, dan kuda.


#1). Pemanfaatan garu dengan murni tenaga manusia 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html

Jika penggunaan garu memanfaatkan tenaga manusia, maka dalam prakteknya harus minimal 2 orang. Di mana yang satu sebagai penarik dan yang satunya lagi sebagai penekan garu. namun pada umumnya penarik garu terdiri atas 2 orang dan penekan garu hanya 1 orang. Sedikit atau banyaknya jumlah anggota yang menggerakan garu tergantung juga dengan kondisi kesuburan dan kegemburan tanah yang dibajak. Semakin tanah gembur maka semakin memungkinkan untuk menggunakan 2 tenaga manusia. Pada gambar di atas terlihat 6 orang penarik dan 1 orang penekan karena tanah yang dibajak cukup keras.


#2). Pemanfaatan tenaga manusia dan hewan

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html


Hewan yang bisa dimanfaatkan tenaganya untuk menarik garu adalah hewan kerbau, sapi, dan kuda. Unuk kebau dan sapi bisa dimanfaatkan tenaganya di sawah berlumpur dan ladang. Namun kuda hanya bisa dimanfaatkan di lahan kering.

Ketiga hewan tersebut berfungsi untuk menarik pegangan/garan garu, sedangkan yang menekan garu tetap menggunakan tenaga manusia.


4. Luku/Wluku dan fungsinya

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html
Luku adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk meratakan tanah setelah tanah digaru. Jadi setelah tanah digaru biasanya didiamkan dulu selama sekitar 1 minggu kemudian baru diwluku. Jadi fungsi utama alat luku adalah untuk meratakan tanah sebagai lahan yang siap untuk ditanami.


Adapun cara pengunaannya sama dengan penggunaan garu. Jadi antara garu dan luku merupakan satu paket namun dengan fungsi yang berbeda. Garu dan luku dapat dipasang di alat penarik yang sama secara bergantian. Oleh sebab itu di bagian pangkal penarik garu/wluku didesain yang kiranya mudah bongkar pasangnya.


5. Batang pohon pisang ( bahasa Jawa : gedebog pohon pisang ) dan fungsinya



Jika tanah sawah yang sudah diluku/dimluku maka alangkah baiknya gunkan gedebog untuk meratakan atau lebih menghaluskan permukaan tanah sawah sebelum dilakukan penggarisan. Jadi fungsi gedebog sebagai alat pertanian tradisional adalah untuk menghaluskan permukaan tanah sawah.


6. Penggaris sawah dan fungsinya



Penggaris sawah adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari kayu. Jarak antara masing-masing bagian garisan biasanya antara 22 - 25 cm. Penggaris sawah berfungsi untuk memberi batas/jarak antara tanaman padi sehingga para penanam dapat dengan mudah menanam benih adi tepat di setiap ada perempatan hasil atau tapak/bekas garisan.

Penggaris jenis ini hanya bisa digunakan pada sawah yang bisa disurutkan airnya. Adapun untuk sawah yang tidak bisa disurutkan airnya maka alat yang dipakai agar tanaman jarakanya rapi dan lurus adalah dengan menggunakan tambang kecil ataupun benang nilon dan sejenisnya. Dalam istilah bahasa Jawa disebut kenteng.

7. Gosrok dan fungsinya




Dalam ilmu pertanian, gosrok adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk menggemburkan tanah dan membasmi rumput yang berada di sela-sela tanaman padi serta untuk memutuskan akar-akar tanaman padi. Dengan putusnya sebagian akar maka diharapkan akar yang putus akan tumbuh bercabang lebih banyak.





8. Ani-ani dan fungsinya
Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah clurit atau arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong.

9. Sabit/ Arit dan fungsinya
Sabit, arit,adalah alat pertanian berupa pisau melengkung menyerupai bulan sabit. Meskipun bentuknya sama, secara bahasa arit dan sabit cenderung merujuk pada alat pertanian. Fungsi sabit adalah untuk membabat/memotong rumput dan juga untuk memotong batang tanaman padi ketika panen.

10. Alat gepyok 

Alat gepyok adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari bambu dan atau kayu. Fungsi alat gepyok adalah untuk merontokkan padi
Read More
CARA DAN METODE BERTANI ALA NEGARA CINA

CARA DAN METODE BERTANI ALA NEGARA CINA

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/cara-dan-metode-bertani-ala-negara-cina.html
CARA DAN METODE BERTANI ALA NEGARA CINA


China terkenal sebagai Negara penghasil beras terbesar di dunia dan semua itu karena semua elemen yang berhubungan dengan masalah pertanian terutama produksi beras saling bersinergi. Petani China selalu dihadapkan pada situasi yang serba cepat bertindak, seperti dalam bercocok tanam, banyak kendala yang disebabkan oleh perubahan musim, suhu dan cuaca.

Musim yang cocok digunakan petani dalam menanam padi adalah ahir musim semi (sekitar bulan april), musim panas dan musim gugur dengan masa tanam padi adalah 3 bulan sehingga jika di hitung sesuai urutan awal tanam pertama pada tahun berjalan maka diperoleh bulan tanam yaitu April s/d Juni adalah panen pertama, Juni s/d Agustus adalah panen kedua dan yang terahir adalah September s/d November merupakan panen ketiga.

Pemerintah China dalam masalah menanam padi, banyak melibatkan banyak ahli dan pakar pertanian sehingga rencana memproduksi beras dengan target tertentu dapat tercapai.

Kebijakan Agraria dan Subsidi Pemerintah
Kebijakan agraria yang dimiliki pemerintah China yaitu tanah atau lahan milik negara sehingga semua rakyat berhak untuk mengelola dan menggarap lahan/sawah, mengenai luas kecilnya lahan garapan tergantung dari kesanggupan petani dalam menggarap lahan/sawah.

Ketika lahan/sawah siap akan di olah untuk menanam pada maka pemerintah-pun menurunkan subsidi guna membantu biaya proses menanam padi mulai pra kondisi hingga pasca kondisi. Besar kecilnya subsidi ditentukan oleh luas lahan yang digarap sehingga akan berbanding lurus antara luas lahan dengan subsidi pemerintah yang diterima petani.

Subsidi ini tidak diberikan secara cuma cuma melainkan ada satu target yang harus dicapai, misalkan dengan subsidi 1M/tahun luas lahan 10 ha petani harus menghasikan padi sebanyak 10 ton, maka hal ini harus tercapai.

Hal positif yang dilakukan petani China adalah ketika subsidi turun untuk proses menanam padi maka dana tersebut total akan digunakan untuk menanam padi bukan untuk kebutuhan pribadi atau rumah tangga. Petani China berprinsip negara maju dan hebat bukan karena pemerintahnya tapi karena rakyatnya yang konsekwen membangun negaranya sesuai tujuan pemerintahnya.

Bibit Padi Berkualitas
Dalam masalah pembibitan, pemerintah mempercayakan penuh pada institusi yang berkcimpung di dunia pertanian yaitu universitas universitas pertanian di china, dari universitas universitas itu maka diperoleh berbagai bibit dengan kualitas yang bagus.

Pestisida dan Pupuk Serta Jenis Obat Pertanian lainnya
Selain pembibitan, universitas universitas pertanian di china bekerjasama dengan pakar obat obatan khusus pertanian untuk menciptakan obat yang diperlukan selama menanam padi sehingga munculnya hama pada tanaman padi dapat teratasi dengan cepat. Bibit padi dan jenis obat obatan yang dibutuhkan selama masa tanam telah ditangani langsung oleh pakar pertanian.

Alat Alat Pendukung Pertanian
Untuk alat yang digunakan dalam pengolahan lahan pertanian pemerintah mempercayakan kepada penuh pada institusi yang berkcimpung di dunia mesin alat berat sehingga akan diperoleh alat alat pengolahan sawah yang sesuai kondisi dan kebutuhan petani seperti traktor. Selain traktor yang digunakan untuk membajak sawah, institusi yang menangani mesin alat alat berat juga dipercaya berinovasi untuk menciptakan alat pemotong padi sehingga dapat memotong padi dalam sehari sebanyak 1 ha.

Pemenuhan Kebutuhan Air
Ketika menanam padi, kebutuhan utama yang harus dipenuhi adalah pemenuhan kebutuhan air sehingga perlu ada ketersediaan air yang cukup. Secara geografis China adalah negara dengan daratan yang sangat luas dan tentu ini menjadi kendala terberat dalam pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian, namun hal ini semua bisa di atasi bahkan persediaan air selama menanam padi sangat melimpah.

Pertanyaannya adalah kenapa hal tersebut bisa diatasi oleh China?
Dalam pemenuhan air, pemerintah China mengambil metode irigasi bukan bersumber dari sungai karena sungai di China terkenal besar dan curam. Metode yang di pakai dalam pemenuhan kebutuhan air adalah dengan cara pengadaan danau buatan untuk setiap lahan 5 ha. Danau danau ini di design sesuai alur jalannya air sehingga tidak mengalami berbagai kesulitan

Pemantauan Selama Musim Tanam
Selama usia tanam padi mulai hari pertama tanam hingga panen tiba pemerintah bekerjasama dengan institusi pendidikan (universitas universitas pertanian di China), selalu memantau perilaku dan perkembangan dari tanaman padi itu sendiri dan juga memperhatikan berbagai hama pengganggu dari tanaman padi baik yang berasal dari dalam tanah atau dalam tubuh tanaman itu sendiri atau hama yang berasal dari luar seperti serangga, tikus dan burung.

Selain itu perubahan musim, cuaca dan suhu juga menjadi pantauan utama selama masa tanam padi sehingga gagal panen yang di sebabkan oleh banjir atau kekeringan sangat mudah dan cepat diatasi.

Managemen Pasca Panen
Dalam satu tahun petani China mengalami panen padi sebanyak 3 kali dan managemen yang digunakan dalam pengadaan padi/beras bagi petani dan seluruh rakyat China yaitu dengan cara untuk panen pertama, hasil panen wajib masuk ke gudang setiap petani penggarap sawah untuk pemenuhan kebutuhan beras petani selama satu tahun.

Panen kedua dan ketiga, hasil panen dijual ke negara sehingga semua padi/beras akan dikelola oleh negara untuk pemenuhan kebutuhan beras bagi masyarakat bukan petani selama satu tahun seperti warga kota. Apabila pemenuhan kebutuhan beras selama satu tahun untuk masyarakat di luar petani cukup dan jika ternyata ada sisa maka dapat dialokasikan untuk di export ke negara lain.

sumber : Tulisan Riyanto di Kompasian
Read More
LANGKAH DEMI LANGKAH UNTUK MENANAM MERICA

LANGKAH DEMI LANGKAH UNTUK MENANAM MERICA

LANGKAH DEMI LANGKAH UNTUK MENANAM MERICA

Merica atau lada adalah salah satu jenis rempah-rempah berbentuk biji yang dipanen dari tanaman dengan nama yang sama. Manfaat merica sebagai rempah-rempah penghangat tubuh sangat dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia sejak zaman dahulu, itulah kenapa bangsa Eropa pada masa lalu berdatangan ke Indonesia hingga terjadilah kolonialisme yang diawali dengan mendaratnya bangsa Portugis pertama kali di Maluku

Cara menanam merica tidaklah terlalu sulit, bahkan saking gampangnya tanaman merica hampir dapat tumbuh di seluruh wilayah tropis di Indonesia. Budidaya merica yang dilakukan oleh para petani sebagai komoditi ekspor Indonesia.

Merica atau lada dari Indonesia sudah dikenal di seluruh dunia sebagai komoditi dengan kualitas terbaik. Maka jika Anda ingin mencoba untuk budidaya merica, potensi pasarnya sangat terbuka lebar dari pasar lokal hingga mancanegara. 

Selengkapnya inilah cara menanam merica, rempah kecil andalan ekspor Indonesia yang mendunia :

Syarat Tumbuh Merica

  • Cara menanam merica yang baik berada di lahan dengan curah hujan antara 2.500 – 3.000 mm / tahun. 
  • Mendapat sinar matahari kurang lebih 10 jam / hari dengan suhu udara 20 – 34 derajat celcius. 
  • Tahan subur dengan PH 5 – 7 , serta berada di ketinggian antara 300 – 1.500 meter diatas permukaan laut merupakan lokasi yang tepat untuk cara menanam merica. 
  • Contoh tanah yang baik untuk cara menanam merica antara lain jenis lateritic, utisol, podsolik, dan latosol.
Pembibitan Merica

Langah awal untuk cara menanam merica adalah menentukan bibit unggul agar tanaman merica yang dihasilkan dapat menghasilkan panen yang maksimal. Beberapa ciri bibit merica unggul antara lain :

  • Bibit merica bebas dari hama dan penyakit 
  • Bibit berasal dari tanaman induk merica yang sehat 
  • Kemurnian bibit merica terjamin 
  • Untuk satu hektar lahan, dibutuhkan kurang lebih 2.000 bibit merica
Mengolah Lahan Cara menanam Merica

Cangkul lahn sedalam 30 cm hingga menjadi gembur 
  • Untuk tanah ber PH kurang dari 5, tambahkan kapur dolomite 500 kwintal pada lahan kemudian diamkan selama 4 minggu sebelum masa tanam dimulai 
  • Berikan pupuk kandang yang telah difermentasikan untuk menambah kesuburan lahan, dan diamkan kembali selama 2 minggu agar nutrisi tercampur sempurna di dalam lahan. 
BACA JUGA:
MACAM-MACAM PESTISIDA TANAMAN

Cara Menanam Merica
  • Cara menanam merica dapat dilakukan dengan sistim monokultur maupun tumpangsari dengan jarak antar tanaman 2 x 2 meter. 
  • Buatlah lubang tanam berbentuk limas dengan kedalaman 50 cm, ukuran bawah 40 x 15 cm, serta ukuran atas 40 x 35 cm. 
  • Diamkan lubang tanam selama 2 minggu sebelum mulai menanam 
  • Waktu untuk memulai cara menanam merica yang baik adalah di awal musim penghujan pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari mengenai bibit yang baru ditanam. 
  • Setelah bibit di tanam, taburkan pupuk kompos dengan dosis 100 gram / tanaman kemudian sirami dengan air secukupnya. 
Tahap Pemeliharaan Tanaman Merica

Pembuatan Sulur 
Buatkan atap di atas tanaman merica dengan bahan bamboo atau kayu, kemudian ikatkan tali dari atap dan julurkan ke bawah hingga mengenai tanaman sebagai media untuk merambat. 

Penyiangan Tanaman 
Cara menanam merica juga diperlukan pembersihan rumput atau gulma yang mengganggu di sekitar tanaman, lakukan penyiangan rutin setian 3 bulan sekali. 

Perempelan Tanaman 
Pangkaslah batang, ranting, maupun dahan tanaman yang layu atau terindikasi terserang hama penyakit untuk meremajakan tanaman merica. 

Pemupukan Susulan 
Seperti pada tanaman lainnya, cara menanam merica juga membutuhkan pemupukan susulan untuk menjaga nutrisi tanah agar tetap terjaga. Lakukan pemupukan susulan setiap 6 bulan sekali dengan pupuk kandang atau kompo

BACA JUGA
PERBEDAAN PUPUK UREA DENGAN PUPUK ZA

Penyiraman Tanaman 
Untuk menjaga tanaman merica agar tumbuh dengan baik, maka lakukan penyiraman secara rutin sehari sekali serta ciptakan drainase yang baik agar saat musim hujan tiba, air tidak menggenangi lahan budidaya merica. 

Panen Merica 
Dengan mempraktekkan cara menanam merica yang sesuai dengan pedoman budidaya, maka Anda sudah dapat memanen merica pada saat umur tanaman menginjak usia 3 tahun. Ciri-ciri tanaman merica siap panen adalah tangkai biji atau buah mulai terlihat menguning serta warna buah kuning kemerahan. 

Cara memanen merica adalah dengan mematahkan tangkai buah pada ketiak dahan dengan menggunakan tangan. Dengan melakukan cara menanam merica yang benar, tanaman merica Anda dapat terus di panen hingga usia produktif tanaman kurang lebih 8 hingga 15 tahun tergantung dari varietas bibit merica yang Anda tanam. 
Read More